Pagi
hari dibawah teriknya sinar matahari, aku berjalan menuju ke arah
kampus ku yang pada hari itu tak ada jadwal mata kuliah satu pun.
Tujuanku ke kampus hanya satu yaitu membantu mba’ Dwini yang sering ku
sapa mba’ Twins untuk berjualan. Ya, tentunya jualanku hari ini berbeda
dari hari-hari sebelumnya. Kemarin aku membawa sosis gulung dan pada
hari ini aku membawa risol. Sebenarnya aku tak yakin dengan jualanku
kali ini #hmm,, karena harganya tak sepadan dengan bentuknya yang
mungil. Aku takut daganganku tak habis. Kembali ke pembahasan awal, saat
berjalan yang secara kebetulan sudah sampai di FKIP aku bertegur sapa
dengan seorang laki-laki berparas lucu namun tak ku kenali siapakah dia.
“Assalamu’alaikum” ujarnya menyapaku
sontak aku menjawab “Wa’alaikumsalam” (hatiku berkata, mungkin dia hanya ingin menegurku sebagai seorang muslim)
“Mba’ dari jurusan apa? ia kembali bertanya kepadaku,
“saya dari FISIP Administrasi Negara” jawabku dengan sedikit tenang.
“Bolehkah
saya bertanya, apa yang membuat mba’ memakai jilbab panjang seperti
ini? Apakah mba’ tidak takut di perbincangkan orang dan disangka
teroris?
Mendengar pertanyaan itu, aku merunduk dan menghela nafas
kemudian menjawab, “ Allah telah membuka mata hatiku untuk melakukan
suatu kebenaran, maka aku yakin dengan keputusanku untuk berhijab
seperti ini, dan apabila orang-orang bergunjing tentangku, maka aku
dengan kekuatan hatiku yakin bahwa Allah tidak akan menguji diluar batas
kemampuanku. Aku tidak takut akan perkataan orang-orang terhadap
diriku, karena aku yakin apa yang aku lakukan adalah benar”.
Terasa
hening sejenak saat ia mendengar jawaban dariku, kemudian ia
melontarkan pertanyaan kembali padaku, “Oh ya mba’, Apakah mba’
merasakan perbedaan saat sudah berhijab maupun sebelum hijab?”
Dengan
gembira aku menjawab “ Tentu saja J, aku merasa sangat dihormati
sebagai seorang wanita, terasa tentram dan damai dalam jiwaku, aku
merasa sangat kuat dengan penampilanku. Terimakasih Allah yang telah
menyadarkan aku, saat ini aku merasakan syar’inya hidupku”. Kemudian aku
segera berpamitan mengingat waktu yang sudah menunjukkan pukul 08.15.
“Maaf akhi, aku harus segera pergi karena sudah ada janji
Assalamu’alaikum..”
“Wa’alaikumsalam” ujarnya..
Mentari kian
tersenyum mengiringi langkahku yang kemudian sampailah aku di sebuah
gedung B FISIP. Aku segera naik dan menghubungi mba’ Twins untuk
mengambil jualanku. Setelah itu, aku segera membawanya ke Mushola
At-Tarbiyah (Muttar). Lalu, ku buka buku ku dan mengambil secarik
kertas yang bertuliskan cerita singkatku hari ini. Yaa inilah peristiwa
yang ku alami hari ini, bertemu dengan seorang ikhwan yang sempat
berbincang tentang hijabku. Sangat senang aku rasakan ada seseorang yang
bertanya demikian, karena hal itu akan menambah kekuatanku untuk terus
beristiqomah di jalan Allah SWT.
Sahabatku, Jangan pernah merasa
malu untuk melakukan suatu kebenaran. Jika kita yakin dengan hati kita
maka percayalah Allah lah yang akan membela kita.
Salam cinta untuk para sahaba.
22 April 2014, 08.50
