Aku terjerat dalam pahitnya cengkrama
Menyibak luka berbalut asa
Bagai puing puing rapuh diatas sana
Terjatuh,, kian runtuh
Aku berdiri dalam kebimbangan
Haruskah langit berubah warna
Hitam kelam tanpa cahaya
Aku tetap berkecamuk luka
Inginnya hati berubah rasa
Menghalau asa
Mendera luka
Tanpa sekiranya terpandang oleh kelopak surya
Kelam tak terpandang
Menghitam bagai arang berkesinambungan
Akankah diri terus berlari
Menghindari buih buih cinta yang menari
Tak dapat terlukis indahnya hari itu
Ketika mentari menyibakkan sinarnya di atas bukit
Nun jauh.. nan indah.. tinggi menjulang di angkasa luar
Mengapa diri hanya terdiam?
Membiarkan beban bercengkrama
Mengubah rasa
Menghancurkan segala cinta yang ada
Haruskah aku berlari dan terus berlari..
Meninggalkan segala penat yang tertanam di jiwa
Pilu.. terasa teramat pilu..
Duka teramat duka..
Namun, apalah daya.. Jika hati menghambat cinta

No comments:
Post a Comment