Politik    Sosial    Budaya    Ekonomi    Wisata    Hiburan    Sepakbola    Kuliner    Film   
Home » » KISAH TAK AKAN TERLUPA BERSAMA AYAH

KISAH TAK AKAN TERLUPA BERSAMA AYAH

Posted by Kumpulan Puisi dan Cerpen Tiara on Monday, 6 April 2015


Hidupku tidak mungkin lebih buruk dari ini..
Aku berusaha tidak menangis..
Aku berusaha tidak menggerutu..
Dan berusaha merelakannya pergi..
Aku betul-betul tidak ingin menjadi seseorang yang depresi, setelah beberapa kejadian dahsyat yang menimpa rumah ketenanganku.
 

Aku berusaha untuk melupakan itu, dan melupakannya.. Tapi.. wajahnya, suaranya, pekikkan nada kerasnya.. masih saja terngiang-ngiang dalam fikiranku.. Saat terbangun dan terlelap, wajahnya selalu muncul sayu... memudar dan menghilang.. selalu saja berulang setiap harinya..
Rindu,,, sangat sangat merindunya.. Wajah teduhnya yang dahulu gigih dalam bekerja, bertani, membantu istrinya yang kesusahan di bawah rindangnya pepohonan, tergopoh-gopoh memikul sekarung kopi di tebingan.. dari kejauhan.. dengan semangat ia melaju, bertumpu pada jalanan licin dengan sendal karetnya yang sudah tak layak pakai.. penuh jaitan, dan tambalan. Namun ia tetap gigih hingga sampai di halaman gubuk reot tempat tinggalku.. tempatku bernaung.
 

Setelah menaruh sekarung kopi, ia menggendongku hingga memasuki gubuk tua itu.. mengambilkan sepiring nasi dan secangkir air putih, ia mendahulukanku yang kelaparan.. ia tidak memikirkan dirinya yang bekerja keras.. bersimbah keringat, menahan lapar dan dahaga.. itulah dia, sosok yang ahir" ini sangat ku benci dengan amarah yang membara, tapi kini terbesit kerinduan di hatiku.. rindu yang amat dalam..
Dosa,, sangat berdosa.. hina sangatlah hina.. sungguh tak bisa dipercaya, bagaimana mungkin aku bisa membencinya.. sosok yang penah berjuang dengan segenap jiwa raganya, menahan segala keluh kesahnya hanya demi gadis mungilnya..
cry emotikon bagaimana mungkin, hanya karna setitik tinta.. air gelas menghitam keseluruhan.
Hina sangat hina... Dosa sangat berdosa.


#‎Untuk‬ pria tua yang melindungiku saat itu.. Maafkan aku yang kerap marah padamu, menggerutu dan memakimu.. Maafkan aku gadis kecil yang dulu kau manjakan kini berbalik menyerangmu.. Maafkan aku karna emosi yang tak tertahankan, emosi yang telah menghancurkanku..
‪#‎Pria‬ Tua ku, pulanglah.. Aku sangat merindukan kasih sayang manjamu untukku (Gadis sadis mu)..

SHARE :
CB Blogger
 
Copyright © 2014 Kumpulan Puisi dan Cerpen Tiara. All Rights Reserved. Powered by Blogger
Template by Creating Website and CB Blogger