Ku buka tabir dalam risalah
Tentang dirimu wahai Pejabat Negara
Engkau tombak awal kebenaran
Saat bangsa menganggapmu bagai pemula
Bila teringat masa yang silam
Problematika dua lembaga besar di Indonesia kian memanas
Saling terjang untuk membela
Padahal diri terlihat hina
Berjanji setia dengan kalimah Tuhan
Di depan saksi kalian ucapkan
Senyum sumringah terpampang jelas
Menduduki kursi dengan tangan tegap di pinggang
Tapi sayang
Itu hanya sebatas kiasan
Manakala hidung mulai mengendus uang
Membuat kelalaian dengan kemewahan
Kini kalian teman sejagat yang sama
Hanya bisa menangis dalam rumah barunya
Setelah berupaya tenang di Singapura
Namun tidak untuk selamanya, karena jeruji besi kini menjadi Singgasananya

No comments:
Post a Comment