Saya punya cerita yang cukup menarik nih.. kejadian berupa fakta yang terjadi pada diri saya sendiri.
Cerita ini merupakan trik/modus baru yang digunakan dengan cara menelpon yang mengatas namakan dekan di fakultas saya, Minggu (7/12). Peristiwa ini terjadi pada pukul 17.20 sore hari.
Cerita ini merupakan trik/modus baru yang digunakan dengan cara menelpon yang mengatas namakan dekan di fakultas saya, Minggu (7/12). Peristiwa ini terjadi pada pukul 17.20 sore hari.
Mulanya ia
menelpon mengatas namakan Bp. Agus Hadiawan selaku dekan fisip. Kemudian
iya menghubungkan telpon tersebut dengan petinggi Dikti. Ia mengatakan
bahwasanya saya menjadi perwakilan untuk menghadiri seminar nasional
yang ada di jakarta yang diadakan oleh Dikti. Acara tersebut berupa
seminar pendidikan. Mulanya ia mengira bahwa saya bernama Tria Adetia,
saya mengatakan bahwa saya bernama Tiara Novita.
"Halo apa betul ini dengan Tria Adetia? Maaf Pak, saya Tiara Novita. Oh
ya nak tiara, jadi begini nak tiara.. saya Agus Hadiawan selaku dekan
fisip, jadi minggu depan ada seminar nasional nak tiara. Sebentar saya
sambungkan kepada Dikti tolong jangan di putuskan." Sekitar dua menit
kemudian, ada yang berbicara..
"Halo nak Tiara, ya saya perwakilan dari
Dikti ingin memberitahukan bahwasanya nak Tiara terpilih sebagai
perwakilan untuk mengikuti seminar nasional yang diadakan di Jakarta ya
nak Tiara. Jadi begini nak tiara, tanggal 13-14 nak tiara sibuk tidak?
Tidak pak, ya nak tiara berarti bisa mengikuti seminar pendidikan
tersebut ya. Halo nak Tiara tolong telpon ini jangan sampai terputus nak
Tiara, karna ini akan mempersulit komunikasi. Jadi nak Tiara untuk
masalah penginapan, makan dan biaya transport semuanya sudah dibiayai
oleh Dikti ya nak Tiara, jadi nak Tiara punya ATM nak tiara, iya punya
pak. Ya nak Tiara, tolong kirimkan no rekening nak Tiara.. (Saya
berfikir sejenak kemudian memberikan norek tersebut) ini pak.. ya nak
tiara ini mengatas namakan bank apa, Bank syariah mandiri. Ya nak jadi
nak Tiara mendapatkan uang sebesar 5jt untuk biaya transport dll tetapi
tidak dkirimkan secara tunai tetapi melalui Atm. Jadi nak tiara nanti
ATM nak tiara mendapat uang 5jt tersebut. Jadi berapa total ATM nak
tiara, saya mrnjawab kalo memang sudah dikirim ATM saya berisi sekitar
5jt 20rb rupiah. Berapa nak tiara??? Jadi begini ya nak, untuk
melancarkan proses jadi ATM nak Tiara harus berisi sekitar 1,5jt keatas.
(Saya tersenyum dan sudah menduga sbelumnya bahwa ini hanya modus dan
logikanya jika memang akan menerima kompensasi senilai tersebut diatas
ATM saya tidak harus memiliki isi) saya menjawab, ATM saya hanya berisi
senilai 20rb Pak.. ya jadi agar kami dapat mentransfer, nak Tiara harus
mengisi syarat tersbut jadi total isi ATM nak tiara sekitar 6jt keatas.
Maaf pak saya tidak punya uang. Kemudian telpon terputus..
Lucu
sekali modus diatas, jika memang benar adanya demikian.. pasti sudah ada
pengumuman dari kemahasiswaan dan sudah mendapat surat undangan. Dan
juga saya bukanlah anak bidik misi atau beasiswa lainya, sedangkan yang
mengaku Bp. Agus hadiawan diatas sebelumnya mengatakan bahwa ini untuk
anak beasiswa bidik misi.. haahaha lucu sekali..
Ia menelpon dengan no 085694372534.. Buat teman" yang lain harap brrhati" trrhadap modus diatas...
Semoga kedua orang tersebut mendapat kesadaran bahwasanya itu tidaklah benar.
#Gak pinter dianya, ngemodusin mahasiswa yang kere dan bkan anak beasiswa pula... hihi
Semoga kedua orang tersebut mendapat kesadaran bahwasanya itu tidaklah benar.
#Gak pinter dianya, ngemodusin mahasiswa yang kere dan bkan anak beasiswa pula... hihi

No comments:
Post a Comment