Nama : Tiara Novita
MK : Manajemen Strategis
1. Langkah – langkah dalam proses manajemen strategis ada 8 langkah :
• Mengidentifikasi misi, sasaran & strategi
Merumuskan misi organisasi memaksa para manejer untuk mengidentifikasi jangkauan produk-produknya atau jasa-jasanya dengan seksama. Penting pula bagi para menejer untuk mengidentifikasi strategi yang sekarang digunakan. Sasaran-sasaran merupakan dalam perencanaan. Sasaran sebuah perencanaan pemberi target kinerja yang dapat diukur yang diusahan untuk dapat dicapai para karyawan. Mengetahui sasaran-sasaran perusahaan sekarang ini member menejer suatu dasar untuk menentukan apakah sasaran ini perlu diubah atau tidak. Demi alasan yang sama, adalah perlu bagi para menejer untuk mengidentifikasi strategi organisasi sekarang ini.
• Menganalisis lingkungan luar
Menganalisis lingkungan merupakan langkah penting dalam proses itu, karena lingkungan sebuah organisasi, sebagian besar, membatasi pilihan-pilihan yang tersedia bagi manajemen. Sebuah strategi yang berhasil merupakan strategi yang sesuai dengan lingkungan. Langkah ini telah selesai ketika manajemen memiliki pemahaman yang tepat terhadap apa yang sedang berlangsung di lingkungannya dan menyadari trend penting yang mungkin akan mempengaruhi operasi-operasinya.
• Mengidentifikasi peluang dan ancamam
Peluang adalah faktor-faktor lingkungan luar yang positif, sedang ancaman adalah yang negatif. Lingkungan yang sama dapat merupakan peluang bagi satu organisasi dan menjadi ancaman-ancaman bagi organisasi lain dalam industri yang sama karena perbedaan sumber daya manajemen.
• Menganalisis sumber daya organisasi
Analisis internal memberi informasi penting tentang aset, keterampilan, dan aktivitas kerja spesifik dari sebuah organisasi. Setiap keterampilan atau sumber-sumber daya itu unggul dan unik, disebut kompetensi inti. Kompetensi inti (core competence) merupakan keterampilan utama menciptakan nilai, kemampuan-kemampuan, dan sumber daya dari suatu organisasi yang menentukan senjata-senjata persaingan organisasi itu.
Untuk memiliki kompetensi inti, perusahaan harus memiliki tiga kriteria : nilai bagi pelanggan (customer perceived value), diferensiasi bersaing (competitor differentiation), dan dapat diperluas (extendability).
• Mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan
Kekuatan adalah kegiatan-kegiatan perusahaan yang berjalan baik atau sumber daya yang dikendalikannya. Sedangkan kelemahan adalah kegiatan-kegiatan perusahaan yang tidak berjalan dengan baik atau sumber daya yang dibutuhkan oleh perusahaan tetapi tidak dimiliki oleh perusahaan. Penggabungan langkah tiga dengan lima menghasilkan suatu penilaian atau analisa SWOT (Strength, Weakness, Opportunity, and Treath), sebab analisa ini menggabungkan kekuatan, kelemahan, dan ancaman organisasi tersebut untuk mencari suatu celah strategis yang dapat dimanfaatkan oleh organisasi tersebut.
• Merumuskan strategi
Strategi perlu ditetapkan bagi tingkat korporasi, tingkat bisnis, dan tingkat fungsional. Para manajer perlu menyusun dan mengevaluasi alternatif-alternatif strategis dan kemudian memilih strategi-strategi yang cocok pada setiap tingkatan dan strategi yang memungkinkan organisasi untuk memanfaatkan kekuatan dan peluang lingkungannya secara baik.
• Melaksanakan strategi
Sebuah strategi hanya bagus kalau dilaksanakan. Para manajer barangkali harus memilih, merekrut, melatih, menertibkan, memindah, mempromosikan, dan boleh jadi bahkan memecat karyawan-karyawan untuk mencapai sasaran-sasaran strategis organisasi tersebut.
• Mengevaluasi hasil
Langkah akhir dalam proses manajemen strategis adalah mengevaluasi hasil. Tindakan-tindakan penyesuaian rencana strategis disusun setelah melakukan evaluasi hasil strategi terdahulu dan menentukan bahwa perlu diadakan perubahan-perubahan. Semua strategi merupakan subyek modifikasi di masa yang akan datang, sebab berbagai faktor internal dan eksternal akan selalu mengalami perubahan. Evaluasi strategi mencakup 3 hal, yaitu (1) mereview faktor internal dan eksternal yang menjadi dasar bagi strategi yang sedang berlangsung, (2) mengukur kinerja yang telah dilakukan, dan (3) mengambil berbagai tindakan perbaikan.
2. Pendekatan – pendekatan dalam mengenali isu strategis :
• Pendekatan langsung
Dalam pendekatan langsung isu – isu strategis yang langsung diambil dari aturan – aturan kewenangan, kandungan misi, dan analisis SWOT organisasi.
• Pendekatan Sasaran
Pendekatan sasaran dilaksanakan setelah organisasi merumuskan tujuan dan sasaran. Dengan demikian segala proses yang akan dilaksanakan akan berjalan sesuai dengan apa yang telah menjadi target untuk dilakukan.
• Pendekatan “Visi Meraih Sukses”
Pendekatan visi dilaksanakan setelah organisasi merumuskan Visi kemudian menjabarkan visi tersebut sebagai manifestasi dari hadirnya semangat akan perubahan yang tinggi disertai kepemimpinan yang kompeten dalam menyelesaikaikan secara memadai terciptanya proses perubahan yang sangat dinantikan pada situasi.
• Pendekatan tidak langsung
Dalam pendekatan ini, isu – isu strategis tidak secara langsung diambil dari aturan – aturan yang ada, melainkan melalui pertimbangan akan kesadaran perlunya melakukan reorientasi ulang strateginya namun belum sepenuhnya dapat memutuskan kemungkinan – kemungkinan yang menjadi patokan dalam mengarahkan tujuan – tujuan akhirnya.
