Wednesday, 15 April 2015

Aku Hijab, Mengapa?


Pagi hari dibawah teriknya sinar matahari, aku berjalan menuju ke arah kampus ku yang pada hari itu tak ada jadwal mata kuliah satu pun. Tujuanku ke kampus hanya satu yaitu membantu mba’ Dwini yang sering ku sapa mba’ Twins untuk berjualan. Ya, tentunya jualanku hari ini berbeda dari hari-hari sebelumnya. Kemarin aku membawa sosis gulung dan pada hari ini aku membawa risol. Sebenarnya aku tak yakin dengan jualanku kali ini #hmm,, karena harganya tak sepadan dengan bentuknya yang mungil. Aku takut daganganku tak habis. Kembali ke pembahasan awal, saat berjalan yang secara kebetulan sudah sampai di FKIP aku bertegur sapa dengan seorang laki-laki berparas lucu namun tak ku kenali siapakah dia.

“Assalamu’alaikum” ujarnya menyapaku
sontak aku menjawab “Wa’alaikumsalam” (hatiku berkata, mungkin dia hanya ingin menegurku sebagai seorang muslim)
“Mba’ dari jurusan apa? ia kembali bertanya kepadaku,
“saya dari FISIP Administrasi Negara” jawabku dengan sedikit tenang.
“Bolehkah saya bertanya, apa yang membuat mba’ memakai jilbab panjang seperti ini? Apakah mba’ tidak takut di perbincangkan orang dan disangka teroris?

Mendengar pertanyaan itu, aku merunduk dan menghela nafas kemudian menjawab, “ Allah telah membuka mata hatiku untuk melakukan suatu kebenaran, maka aku yakin dengan keputusanku untuk berhijab seperti ini, dan apabila orang-orang bergunjing tentangku,  maka aku dengan kekuatan hatiku yakin bahwa Allah tidak akan menguji diluar batas kemampuanku. Aku tidak takut akan perkataan orang-orang  terhadap diriku, karena aku yakin apa yang aku lakukan adalah benar”.

Terasa hening sejenak saat ia mendengar jawaban dariku, kemudian ia melontarkan pertanyaan kembali padaku, “Oh ya mba’, Apakah mba’ merasakan perbedaan saat sudah berhijab maupun sebelum hijab?”
Dengan gembira aku menjawab “ Tentu saja J, aku merasa sangat dihormati sebagai seorang wanita, terasa tentram dan damai dalam jiwaku, aku merasa sangat kuat dengan penampilanku. Terimakasih Allah yang telah menyadarkan aku, saat ini aku merasakan syar’inya hidupku”. Kemudian aku segera berpamitan mengingat waktu yang sudah menunjukkan pukul 08.15. “Maaf akhi, aku harus segera pergi karena sudah ada janji Assalamu’alaikum..”
“Wa’alaikumsalam” ujarnya..

Mentari kian tersenyum mengiringi langkahku yang kemudian sampailah aku di sebuah gedung B FISIP. Aku segera naik dan menghubungi mba’ Twins untuk mengambil jualanku. Setelah itu, aku segera membawanya ke Mushola At-Tarbiyah (Muttar). Lalu, ku buka buku ku dan  mengambil secarik kertas yang bertuliskan cerita singkatku hari ini. Yaa inilah peristiwa yang ku alami hari ini, bertemu dengan seorang ikhwan yang sempat berbincang tentang hijabku. Sangat senang aku rasakan ada seseorang yang bertanya demikian, karena hal itu akan menambah kekuatanku untuk terus beristiqomah di jalan Allah SWT.
Sahabatku, Jangan pernah merasa malu untuk melakukan suatu kebenaran. Jika kita yakin dengan hati kita maka percayalah Allah lah yang akan membela kita.

Salam cinta untuk para sahaba.
22 April 2014, 08.50

No comments:

Post a Comment