Friday, 8 May 2015

Manajemen Strategis: Sejarah, Letak, Peran Penting Manajemen Strategis


Nama : Tiara Novita
NPM : 1316041071

1. Sejarah Manajemen Strategis
Kata “manajemen” berasal dari bahasa Prancis kuno ménagement, yang memiliki arti seni melaksanakan dan mengatur. Kata manajemen mungkin berasal dari bahasa Italia (1561) maneggiare yang berarti “mengendalikan,” terutama “mengendalikan kuda” yang berasal dari bahasa latin manus yang berati “tangan”. Kata ini mendapat pengaruh dari bahasa Perancis manège yang berarti “kepemilikan kuda” (yang berasal dari Bahasa Inggris yang berarti seni mengendalikan kuda), dimana istilah Inggris ini juga berasal dari bahasa Italia. Bahasa Prancis lalu mengadopsi kata ini dari bahasa Inggris menjadi ménagement, yang memiliki arti seni melaksanakan dan mengatur.

• Sejarah manajemen strategis dalam dunia militer
Strategi = strategos (Yunani) = Kepemimpinan dalam peperangan
Jenderal Collin Powell mengomandoi ribuan pasukan yang berasal dari beberapa angkatan dari beberapa negara untuk memenangkan peperangan dalam perang teluk di Irak. Asumsi dasar menstra dalam dunia militer adalah bagaimana menyelesaikan konflik. Langkah-langkah Menstra disusun dalam rangka memenangkan peperangan. Tujuan Menstra dalam dunia militer mendapatkan daerah kekuasaan yang lebih besar atau mempertahankan kedaulatan.

Jadi manajemen strategis adalah sekumpulan keputusan & tindakan manajerial yang menentukan kinerja jangka panjang perusahaan (meliputi analisa lingkungan, formulasi strategi, implementasi, evaluasi dan pengendalian.

2. Sektor swasta mampu menjadikan manajemen strategis besar dan berhasil karena
Pada dasarnya sektor swasta lebih mengutamakan keuntungan dan berfokus pada produk dan pasar. Dalam sektor swasta pula cenderung lebih memusatkan pada pemasaran dalam rangka memuaskan konsumen dengan memperhatikan kompetitor lainnya. Pada dasarnya model ini merupakan kombinasi pola berfikir strategik dengan proses manajemen. Dimulai dari perencanaan, pelaksanaan dan pengendalian serta mempertimbangkan secara strategis aspek mobilisasi dana,daya dan struktur organisasi. Dan pelaku swasta dalam menerapkan strateginya cenderung bersaing untuk mengalahkan lawan, ingin mempertahankan pangsa pasar, ingin merebut dan menemukan pasar yang lebih menarik, dan ingin meningkatkan kesadaran dan loyalitas terhadap merek tertentu.

3. Organisasi public perlu menggunakan manajemen strategis dalam menggerakkan organisasinya karena
Manajemen strategis pada sektor publik merupakan salah satu jalan yang terbaik untuk mencapai good governance. Manajemen strategis sektor publik mengarahkan organisasi sektor publik untuk melakukan perencanaan manajemen dengan mempertimbangkan dengan baik faktor – faktor pendukung dan penghambat dalam organisasi melalui salah satu alat manajemen strategis yaitu analisis SWOT (merupakan salah satu alat dalam manajemen strategis untuk menentukan kekuatan (strength), kelemahan (weakness), kesempatan (opportunity) dan ancaman (threat) dalam organisasi). Analisis SWOT berusaha untuk menganalisis faktor pendukung dan penghambat yang ada dalam organisasi kemudian berusaha menterjemahkannya ke dalam suatu strategi utama untuk mencapai visi, misi dan tujuan organisasi. Apabila analisis SWOT dijalankan dengan baik dari awal hingga akhir akan berguna sebagai salah satu alat dalam manajemen stratejik yang dapat membantu organisasi sektor publik dalam mewujudkan good governance.

4. Posisi manajemen strategis dalam ilmu administrasi Negara adalah sebagai jantung administrasi Negara. Yang dimana, jika manajemen strategis tidak ada maka sebuah organisasi tidak akan dapat bergerak, tidak akan dpat berkembang/hidup dan akan menjadi vakum/mati, seperti layaknya manusia yang tanpa nafas.

5. Interaksi sektor publik dan sektor privat dalam disiplin ilmu yang saling terbuka
Dapat dikatakan kedua sector tersebut sama – sama ingin memajukan organisasi agar menjadi lebih baik dengan cara – cara yang berbeda. Yang dimana sector privat selalu berada dalam kondisi persaingan tinggi untuk menghasilkan produk yang bisa mencapai kinerja organisasi secara optimal maka perlu dicermati terus-menerus faktor kekuatan (strengths), kelemahan (weaknesses), peluang (opportunities) dan kendala (threat). Sedangkan sector public bisa memanfaatkan pendekatan manajemen strategis ketika menghadapi lingkungan yang berubah dan hasil analisis kekuatan dan kelemahan organisasi. Perbedaannya dengan sektor privat adalah, manajemen sektor privat didasarkan pada nilai kompetisi/ pasar, sedangkan sektor publik ditentukan lewat proses politik.

Sektor privat berhubungan dengan publik dalam pasar. Bila ia menghadapi tuntutan, tekanan dan proses dari publik maka semuanya ini adalah masalah yang harus dihadapi, mungkin salah satunya adalah dengan “exit” dari pasar. Sektor public, tuntutan tekanan dan proses dari publik adalah merupakan suara “voice” yang punya hak harus didengar dan diperhatikan dengan sungguh-sungguh oleh aparat pemerintah.

No comments:

Post a Comment